Pembelajaran Tematik
A.
Pengertian Pembelajaran Tematik
Pembelajaran Tematik merupakan
pembelajaran yang menggabungkan beberapa mata pelajaran yang saling berkaitan
sehingga dapat dijadikan beberapa tema. Dalam pembelajarn tematik ini siswa
dapat memperoleh pembelajaran secara langsung dari pengalaman siswa sendiri.
Pembelajaran tematik ini membantu siswa belajar lebih mudah dalam memahami
pelajaran yang dipelajarinya. Pembelajaran
tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu
(learning by doing).
Dalam pembelajaran tematik sangatlah
memerlukan tema yang cocok dengan pengalaman siswa. Tema adalah suatu gagasan
pokok atau ide pikiran tentang suatu hal seperti dalam pembelajaran tematik
pasti memerlukan beberapa tema yang dapat diterapkan pada siswa SD. Tema disini
memiliki beberapa keuntungan yaitu:
1)
Siswa
mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu.
2)
Siswa
mampu mempelajari dan mengembangkan kompetensi dasar dari berbagai mata pelajaran
dalam tema yang sama.
3)
Siswa
lebih mudah memahami mata pelajaran secara mendalam dan berkesan.
4)
Kompetensi
dasar dapat dikembangkan dengan mengaitkan mata pelajaran dengan pengalam
siswa.
5)
Siswa
merasakan manfaat pembelajaran yang lebih banyak karena mempelajari tema yang
jelas.
6)
Guru
dapat menghemat waktu.
Supraptiningsih
(2010: 10) beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain:
1.
Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan
tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar.
2.
Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan
pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa.
3.
Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa
sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama.
4.
Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa.
5.
Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai
dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya.
6.
Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama,
toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.
7.
Menanamkan konsep-konsep pembelajaran yang tepat.
B.
Tujuan pembelajaran tematik
Ada beberapa
tujuan dari pembelajaran tematik yaitu
1. Siswa mudah meningkatkan kepahaman
dalam mempelajari dengan lebih bermakna
2. Siswa mudah mengembangkan ketrampilan
menemukan, mengolah dan memaafkan informasi
3. Siswa dapat membiasakan kebiasaan
yang baik, menumbuhkan sikap positif, dan nilai-nilai luhur.
4. Menumbuhkembangkan ketrampilan
social
5. Meningkatkan motivasi dalam belajar
6. Dapat menentukan kegiatan yang sesuai
dengan minat dan kebutuhannya.
C.
Manfaat pembelajarn tematik
Ada beberapa manfaat menggunakan
pembelajaran tematik
1. Banyak tema yang dapat digunakan
disetiap mata pelajaran yang mempunyai keterkaitan satu sama lain
2. Siswa dapat memanfaatkan ketrampilan
yang dikembangkan dari tema-tema yang ada
3. Melatih siswa semakin banyak membuat
hubungan inter dan antar mata pelajaran
4. Dapat membantu siswa memecahkan
masalah dan berpikir kritis
5. Daya ingat terhadap materi yang
dipelajari siswa dapat ditingkatkan dengan berbagai tema yang ada
6. Transfer pembelajaran dapat mudah
terhubung dengan adanya situasi pembelajaran dekat dengan situasi kehidupan
nyata
D.
Landasan-landasan Pembelajaran Tematik
Dalam
pembelajaran tematik mempunyai 3 landasan yaitu :
a.
Landasan Filosofi
Dalam
landasan ini filsafat sangat berpengaruh
pada 3 aliran filsafat yaitu :
1.
Progresivisme
: Aliran progresif memndang kreatifitas siswa diperlukan dengan suasana yang
alami sesuai dengan pengalaman siswa.
2.
Kontruktivisme
: Aliran kontruktivisme memandang kunci pembelajaran adalah pengalaman yang
dimiliki siswa. Pengetahuan yang diketahui siswa merupakan hal utama dalam pembelajaran,
pengetahuan bukan hal yang langsung jadi tetapi suatu proses yang harus selalu
dikembangkan secara terus menerus sehingga siswa mempunyai rasa keingintahuan
dan rasa ini yang akan mengembangkan pengetahuannya.
3.
Humanisme
: Aliran humanisme memandang bahwa siswa itu unik, berpotensi dan mempunyai
motivasi dalam dirinya.
b.
Landasan Psikologi
Dalam
landasan ini mempunyai 2 jenis yaitu :
1.
Psikologi
perkembangan peserta didik
Psikologi
perkembangan peserta didik ini membahas tentang isi/materi yang diberikan
kepada peserta didik sesuai dengan perkembangan peserta didik.
2.
Psikologi
belajar
Psikologi
belajatr membahas tentang cara menyampaikan materi/isi kepada siswa dan
bagaimana siswa mempelajarinya
c.
Landasan Yuridis
Dalam landasan ini menjelaskan tentang kebijakan atau peraturan
yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Dalam UU No.
23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dinyatakan bahwa setiap anak berhak
memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan
tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakat (pasal 9). Dalam UU No. 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa setiap peserta
didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapat pelayanan pendidikan sesuai
dengan bakat dan minatnya (pasal 9).
E.
karakteristik-karakteristik pembelajaran tematik
1. Berpusat
pada siswa
Pembelajaran
tematik lebih menekankan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, karena
pembelajaran ini menempatkan siswa sebagai subjek dan guru hanya sebagai
fasilitator.
2. Memberikan
pengalaman langsung
Pembelajaran
tematik memberikan pengalaman secara langsung kepada siswa agar siswa secara
mudah memahami, pengalam ini merupakan hal yang nyata yang diketahui siswa
secara langsung.
3. Pemisahan
mata pelajaran tidak begitu jelas
Dalam
pembelajaran tematik pemisahan antarmata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Pembelajaran
tematik menekankan pada tema-tema yang berkaitan dengan pengalaman siswa.
4. Menyajikan
konsep dari berbagai mata pelajaran
Pembelajaran
tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu
proses pembelajaran. Ini bertujuan agar siswa dapat mempelajari secara
menyeluruh dan dapat membantu siswa memecahkan masalah dalam kehidupanya.
5. Bersifat
fleksibel
Pembelajaran
tematik bersifat luwes (fleksibel) seorang guru mengaikan beberapa mata
pelajaran sesuai dengan pengalaman yang dialami siswanya.
6. Hasil
pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa
Siswa
diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan
minat dan kebutuhannya.
7. Menggunakan
prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan
Semua
konsep pembelajaran dirancang bertujuan agar anak senang dalam belajar.
8. Aktif, artinya siswa perlu terlibat
langsung dan aktif dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan,
pelaksanaan hingga proses evaluasinya.
F.
Batasan-batasan Pembelajaran Tematik
1.
Mata
pelajaran yang dipadukan hanya pelajaran yang saling berkaitan
2.
Terjadinya
perpaduan antara kompetensi dasar lintas semester
3.
Kompetensi
yang tidak saling berkaitan jangan terlalu dipaksa untuk dikaitkan.
4.
Kompetensi
dasar yang tidak tercakup dapat disajikan secara tersendiri atau membuat tema
lain.
5.
Kegiatan
pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca, menulis, berhitung dan
penanaman nilai-nilai moral.
6.
Tema-tema
yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, lingkungan, dan daerah
setempat.
G.
Implikasi pembelajaran tematik
1.
Impilikasi
bagi guru
Seorang guru
harus lebih kreatif dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran agar pembelajaran
menarik dan menyenangkan
2.
Implikasi
bagi siswa
Siswa harus
siap dalam menghadapi pembelajaran yang bervariasi secara aktif
3.
Implikasi
terhadap sarana, prasarana, sumber belajar dan media
Memerlukan
sarana prasarana, memanfaatkan sumber belajar, mengoptimalkan media
pembelajaran, dan menggunakan bahan ajar yang sudah ada atau yang khusus memuat
bahan ajar yang terintegrasi.
4.
Implikasi
terhadap ruangan
Ruangan
dantempat duduk siswa dapat berubah-ubah sesuai kebutuhan
5.
Implikasi
terhadap metode
Pembelajaran
dapat menggunakan bervariasi metode.
H.
Penyusunan
pembelajaran tematik
1.
Pemetaan
standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator dalam tema
2.
Penetapan
jaringan tema
3.
Penyusunan
silabus
4.
Penyusunan
rencana pelaksanaan pembelajaran
0 komentar:
Post a Comment