Saturday, November 17, 2012

Pembelajaran Tematik


Pembelajaran Tematik

A.    Pengertian Pembelajaran Tematik
Pembelajaran Tematik merupakan pembelajaran yang menggabungkan beberapa mata pelajaran yang saling berkaitan sehingga dapat dijadikan beberapa tema. Dalam pembelajarn tematik ini siswa dapat memperoleh pembelajaran secara langsung dari pengalaman siswa sendiri. Pembelajaran tematik ini membantu siswa belajar lebih mudah dalam memahami pelajaran yang dipelajarinya. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing).

 
Dalam pembelajaran tematik sangatlah memerlukan tema yang cocok dengan pengalaman siswa. Tema adalah suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal seperti dalam pembelajaran tematik pasti memerlukan beberapa tema yang dapat diterapkan pada siswa SD. Tema disini memiliki beberapa keuntungan yaitu:
1)      Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu.
2)      Siswa mampu mempelajari dan mengembangkan kompetensi dasar dari berbagai mata pelajaran dalam tema yang sama.
3)      Siswa lebih mudah memahami mata pelajaran secara mendalam dan berkesan.
4)      Kompetensi dasar dapat dikembangkan dengan mengaitkan mata pelajaran dengan pengalam siswa.
5)      Siswa merasakan manfaat pembelajaran yang lebih banyak karena mempelajari tema yang jelas.
6)      Guru dapat menghemat waktu.
Supraptiningsih (2010: 10) beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain:
1.      Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar.
2.      Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa.
3.      Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama.
4.      Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa.
5.      Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya.
6.      Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.
7.      Menanamkan konsep-konsep pembelajaran yang tepat.

B.     Tujuan pembelajaran tematik
      Ada beberapa tujuan dari pembelajaran tematik yaitu
1.      Siswa mudah meningkatkan kepahaman dalam mempelajari dengan lebih bermakna
2.      Siswa mudah mengembangkan ketrampilan menemukan, mengolah dan memaafkan informasi
3.      Siswa dapat membiasakan kebiasaan yang baik, menumbuhkan sikap positif, dan nilai-nilai luhur.
4.      Menumbuhkembangkan ketrampilan social
5.      Meningkatkan motivasi dalam belajar
6.      Dapat menentukan kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

C.    Manfaat pembelajarn tematik
      Ada beberapa manfaat menggunakan pembelajaran tematik
1.      Banyak tema yang dapat digunakan disetiap mata pelajaran yang mempunyai keterkaitan satu sama lain
2.      Siswa dapat memanfaatkan ketrampilan yang dikembangkan dari tema-tema yang ada
3.      Melatih siswa semakin banyak membuat hubungan inter dan antar mata pelajaran
4.      Dapat membantu siswa memecahkan masalah dan berpikir kritis
5.      Daya ingat terhadap materi yang dipelajari siswa dapat ditingkatkan dengan berbagai tema yang ada
6.      Transfer pembelajaran dapat mudah terhubung dengan adanya situasi pembelajaran dekat dengan situasi kehidupan nyata

D.    Landasan-landasan Pembelajaran Tematik
Dalam pembelajaran tematik mempunyai 3 landasan yaitu :
a.   Landasan Filosofi
Dalam landasan ini filsafat sangat berpengaruh  pada 3 aliran filsafat yaitu :
1.   Progresivisme : Aliran progresif memndang kreatifitas siswa diperlukan dengan suasana yang alami sesuai dengan pengalaman siswa.
2.   Kontruktivisme : Aliran kontruktivisme memandang kunci pembelajaran adalah pengalaman yang dimiliki siswa. Pengetahuan yang diketahui siswa merupakan hal utama dalam pembelajaran, pengetahuan bukan hal yang langsung jadi tetapi suatu proses yang harus selalu dikembangkan secara terus menerus sehingga siswa mempunyai rasa keingintahuan dan rasa ini yang akan mengembangkan pengetahuannya.
3.   Humanisme : Aliran humanisme memandang bahwa siswa itu unik, berpotensi dan mempunyai motivasi dalam dirinya.

b.   Landasan Psikologi
Dalam landasan ini mempunyai 2 jenis yaitu :
1.      Psikologi perkembangan peserta didik
Psikologi perkembangan peserta didik ini membahas tentang isi/materi yang diberikan kepada peserta didik sesuai dengan perkembangan peserta didik.
2.      Psikologi belajar
Psikologi belajatr membahas tentang cara menyampaikan materi/isi kepada siswa dan bagaimana siswa mempelajarinya

c.    Landasan Yuridis
Dalam landasan ini menjelaskan tentang kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Dalam UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dinyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakat (pasal 9). Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapat pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat dan  minatnya (pasal 9).

E.     karakteristik-karakteristik  pembelajaran tematik
1.       Berpusat pada siswa
Pembelajaran tematik lebih menekankan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, karena pembelajaran ini menempatkan siswa sebagai subjek dan guru hanya sebagai fasilitator.
2.       Memberikan pengalaman langsung
Pembelajaran tematik memberikan pengalaman secara langsung kepada siswa agar siswa secara mudah memahami, pengalam ini merupakan hal yang nyata yang diketahui siswa secara langsung.
3.       Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas
Dalam pembelajaran tematik pemisahan antarmata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Pembelajaran tematik menekankan pada tema-tema yang berkaitan dengan pengalaman siswa.
4.       Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran
Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Ini bertujuan agar siswa dapat mempelajari secara menyeluruh dan dapat membantu siswa memecahkan masalah dalam kehidupanya.
5.       Bersifat fleksibel
Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) seorang guru mengaikan beberapa mata pelajaran sesuai dengan pengalaman yang dialami siswanya.
6.       Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa
Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
7.       Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan
Semua konsep pembelajaran dirancang bertujuan agar anak senang dalam belajar.
8.       Aktif, artinya siswa perlu terlibat langsung dan aktif dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga proses evaluasinya.


F.     Batasan-batasan Pembelajaran Tematik
1.      Mata pelajaran yang dipadukan hanya pelajaran yang saling berkaitan
2.      Terjadinya perpaduan antara kompetensi dasar lintas semester
3.      Kompetensi yang tidak saling berkaitan jangan terlalu dipaksa untuk dikaitkan.
4.      Kompetensi dasar yang tidak tercakup dapat disajikan secara tersendiri atau membuat tema lain.
5.      Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca, menulis, berhitung dan penanaman nilai-nilai moral.
6.      Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, lingkungan, dan daerah setempat.

G.    Implikasi pembelajaran tematik
1.      Impilikasi bagi guru
Seorang guru harus lebih kreatif dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran agar pembelajaran menarik dan menyenangkan
2.      Implikasi bagi siswa
Siswa harus siap dalam menghadapi pembelajaran yang bervariasi secara aktif
3.      Implikasi terhadap sarana, prasarana, sumber belajar dan media
Memerlukan sarana prasarana, memanfaatkan sumber belajar, mengoptimalkan media pembelajaran, dan menggunakan bahan ajar yang sudah ada atau yang khusus memuat bahan ajar  yang terintegrasi.
4.      Implikasi terhadap ruangan
Ruangan dantempat duduk siswa dapat berubah-ubah sesuai kebutuhan
5.      Implikasi terhadap metode
Pembelajaran dapat menggunakan bervariasi metode.

H.    Penyusunan pembelajaran tematik
1.      Pemetaan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator dalam tema
2.      Penetapan jaringan tema
3.      Penyusunan silabus
4.      Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran

0 komentar:

Post a Comment

Template by:

Free Blog Templates